APA ARTI CINTA SEBENARNYA ???
CINTA….
Cinta bukanlah sebuah hal simple yang
bisa dengan mudah kita artikan. Namun cinta juga bukan sesuatu hal yang rumit
dan memusingkan untuk diterjemahkan, cinta itu seperti bunglon, yah aku
katakana bunglon. Mungkin kalian bertanya, “Mengapa mengambil sebuah
perumpamaan yang berlawanan jauh???” akan kujelaskan. …
Cinta itu seperti bunglon yang sering
berubah-ubah warna manakala dia berpindah kesuatu tempat yang memiliki warna
dasar yang berbeda dari tempat sebelumnya. Bagiku cinta butuh penyesuaian diri,
karena setiap orang mencintai dan ingin dicintai dengan cara-cara mereka
sendiri. Jika tak ada diantara mereka yang berusaha menyesuaikan diri dengan
yang lain dan mereka hanya memenangkan egoisme dan paham mereka masing-masing,
sungguh bukan cinta dan keharmonisan yang didapat melainkan sebuah keadaan yang
tak nyaman diwarnai dengan konflik batin diantara mereka.
Kembali lagi ke arti cinta, sebenarnya
cinta itu tak punya definisi yang mutlak, tahu kenapa?? Karena makna sebuah
cinta itu tergantung kepada mereka yang memilikinya. Setiap orang punya arti
masing-masing tentang cinta dan arti itulah merupakan cerminan seperti apa cara
mereka mencintai dan ingin dicintai seseorang. Aku hanya akan memberi sebuah
saran sederhana bagaimana cara mengartikan cinta agar tidak salah atau
terperosok ke dalam cinta yang semu.
Artikanlah cinta itu dengan hati
nurani, bukan dengan otak. Karena hati cenderung mengatakan yang benar
sementara otak cenderung berpikir dengan logika. Memang dalam cinta logika
tetap diperlukan, tetapi peranannya tak sebesar perasaan. Maka cobalah maknai
cinta itu dengan hati nurani, karena jika anda memaknainya dengan otak anda tak
akan menemukan makna cinta yang sesungguhnya. Yang anda temukan hanya pemuasan
egoisme-egoisme dan keinginan dunia anda saja.
Contohnya saja, otak anda memberi
sugesti kepada anda untuk mencari pasangan hidup yang kaya, yang cakep,
berpendidikan, keturunan konglomerat, baik, dsb. Jarang kita mengurutkan kata
baik diurutan pertama jika kita lebih mentotalitaskan fungsi otak dalam
memaknai cinta, namun jika kita menggunakan hati nurani kita dalam memaknai
cinta, tentu kita akan menilainya dengan lebih bijak.
Komentar
Posting Komentar